Bukan sebuah heran, angin laut
sore menyejukkan. Bukan mimpi,
gemuruh ombaknya terdengar
bermelodi. Bukan rahasia, semua
terasa seperti itu ketika jatuh cinta.
Dan bukanlah keadaan, jika tak bisa
membuat yang indah menjadi
ketakutan.
Kata orang, cinta sesuatu yang
megah. Namun kadang megahnya
tertutup keadaan kemudian kalah.
Keadaan di mana pada diri satu
orang, atau keduanya terdapat
cinta tapi masing-masing atau salah
satunya sudah memiliki pasangan.
Keadaan di mana dua orang saling
sayang, tapi orang tua berkehendak
lain. Keadaan di mana dua orang
saling cinta, tapi berbeda Tuhan –
yang katanya satu–. Keadaan di
mana seseorang jatuh cinta, tetapi
yang satunya terasa terlalu
sempurna untuk dia. Mungkin
masih banyak lagi keadaan-keadaan
di luar sana yang menyisakan
kepahitan.
Mengapa seringkali sebuah cinta
tumbuh di keadaan yang tidak
memungkinkan? Apakah sebuah
cinta adalah tumbuhan yang tidak
peduli habitatnya berkeadaan
seperti apa, hanya membutuhkan
ketulusan? Akan tetapi, apakah
ketulusan saja cukup untuk
bersama? Tidak, untuk bersama,
juga butuh keadaan.
Begitu pula dengan keputusanku
memendam perasaan. Ini semua,
sedikit banyak karena keadaan. Apa
yang tumbuh dalam hati seiring aku
memandang senyummu, melihat
tawamu, menatap binar matamu,
harus aku pendam sendiri.
Selagi menunggu keadaan –yang
mungkin tak akan datang–, aku
guratkan tinta hati hingga senja
menjelang. Aku kemas surat itu
dalam beningnya botol ketulusan,
dan membiarkannya bebas di
luasnya lautan kemungkinan.
“Jika memang jodoh, kita pasti akan
bersama.” Ah, akhirnya aku
mengatakan itu. Mengatakan
kalimat bagi orang yang kalah
dalam perjuangan mendapatkan
seorang pujaan.
Aku tak ingin menjadikan keadaan
sebagai pesakitan. Karena sudah
terlalu sering kata itu berlalu-lalang
di kisah kehidupan. Kamu boleh
caci aku karena mengungkapkan
rasa pun tak berani. Tapi mungkin
kamu juga tahu, bahwa kadang
melawan keadaan tak semudah
yang pernah ada dalam mimpi.
Dan biarkan pesan ini,tetap menjadi rahasia hati.
Kabar tidak mengenakan datang dari Bring Me The Horizon asal Band Inggris ini. Bring Me the Horizon telah berpisah dengan gitaris Jona Weinhofen. Jona Weinhofen juga anggota pendiri band metalcore asal Australia “I Killed The Prom Queen, dan meskipun media baru saja melihat berita ini,…








